MINAHASA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Damkar Minahasa mencatat 76 kejadian kebakaran di 81 titik sepanjang Juli hingga Agustus 2026.

Kebakaran tersebut tersebar di 20 kecamatan dengan total wilayah terdampak sekitar 44,796 hektare.

Materi sumber menyebut kejadian kebakaran hutan dan lahan berlangsung di tengah musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Pineleng dan Tondano Selatan Catat Kejadian Terbanyak

Kecamatan Pineleng dan Tondano Selatan masing-masing mencatat 14 kejadian, tertinggi di antara wilayah yang dirinci dalam sumber.

Tondano Barat, Kawangkoan, dan Tombulu masing-masing mencatat tujuh kejadian. Tondano Timur menyusul dengan enam kejadian, Kombi empat kejadian, serta Eris dua kejadian.

BACA JUGA
Rincian kejadian di Minahasa ini dapat dibandingkan dengan catatan Damkar Boltara hingga Agustus 2026, yang menempatkan kebakaran hutan dan lahan sebagai kategori terbanyak.

Jika dilihat dari luas wilayah terdampak, Pineleng juga berada di posisi teratas dengan 10,755 hektare.

Kombi tercatat terdampak 9,070 hektare, disusul Lembean Timur 6,000 hektare dan Tombulu 4,450 hektare.

Sementara Kawangkoan mencapai 3,300 hektare, Tondano Barat 3,003 hektare, Kawangkoan Utara 2,300 hektare, serta Tondano Timur 2,213 hektare.

BPBD Minta Warga Cegah Munculnya Titik Api

Kepala BPBD Minahasa Shandro Mogot, SE, M.Si., meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.

Menurutnya, cuaca kering membuat lahan dan vegetasi lebih mudah terbakar.

BACA JUGA
Dalam konteks kebakaran saat musim kemarau, karhutla Bolmong di empat lokasi tercatat membakar sekitar 3 hektare lahan, sementara seluruh titik api telah dipadamkan.

“Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Minahasa, Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati mengimbau masyarakat untuk mengambil peran dalam mencegah kebakaran,” ujar Mogot.

Ia menegaskan pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan petugas pemadam.

Masyarakat diminta tidak membakar hutan maupun lahan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta menghindari pembakaran sampah yang berpotensi memicu kebakaran.

Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap.

“Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat titik api maupun asap agar petugas dapat melakukan penanganan lebih cepat,” kata Mogot.

BPBD Minahasa mengajak masyarakat tetap waspada selama kondisi kemarau masih perlu diperhatikan dan melakukan pencegahan sejak dini agar kebakaran tidak meluas.