Waktu.news, Manado – Dewan Pengurus Daerah Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPD APERSI) Sulawesi Utara menggelar Musda VI APERSI Sulut di NDC Resort & Spa Manado, Selasa (27/10/2026).

Musyawarah daerah tersebut menjadi forum evaluasi kepengurusan periode 2021–2026 sekaligus penentuan arah organisasi untuk masa bakti 2026–2031.

Kegiatan mengusung tema “Bersama Membangun Perumahan Rakyat yang Berkualitas dan Berkelanjutan” dengan agenda utama pembahasan program organisasi, laporan pertanggungjawaban, dan pemilihan ketua DPD APERSI Sulut.

Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, S.E., disebut membuka kegiatan tersebut. Sementara itu, sambutan Gubernur dalam rangkaian acara dibacakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Sulut, Reinhard Wariki, S.T.

Melalui forum ini, APERSI Sulut berupaya memperkuat organisasi sekaligus merumuskan langkah menghadapi berbagai tantangan pembangunan perumahan di daerah.

BACA JUGA
Selain agenda perumahan, kebijakan pemerintahan daerah Sulawesi Utara terkait ASN dibahas dalam artikel Pembatalan FWA ASN Sulawesi Utara.

Musda VI APERSI Sulut Bahas Kepengurusan 2026–2031

Ketua Panitia Musda VI, Jam Kelung, menjelaskan bahwa musyawarah daerah memiliki sejumlah agenda penting untuk keberlanjutan organisasi.

Agenda tersebut meliputi pembahasan laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, pengesahan program organisasi, serta penyusunan program kerja.

Selain itu, peserta musyawarah dijadwalkan membahas pokok-pokok pikiran dan rekomendasi organisasi.

Forum juga mengagendakan pemilihan Ketua DPD APERSI Sulut, pembentukan tim formatur, serta penetapan sejumlah keputusan strategis bagi perkembangan organisasi.

BACA JUGA
Dalam konteks pemerintahan daerah, Pemprov Sulut memberikan keringanan pajak kendaraan hingga 30 September 2026, mencakup pembebasan tunggakan PKB tertentu.

Menurut Jam Kelung, seluruh tahapan tersebut merupakan bagian penting dari proses organisasi untuk memastikan kesinambungan kepengurusan dan pelaksanaan program APERSI Sulut.

Musda VI diharapkan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi menghadapi tantangan sektor perumahan pada periode berikutnya.

Soeprapti Soroti Tantangan Lahan, Perizinan dan Pembiayaan Perumahan

Ketua DPD APERSI Sulut periode 2021–2026, Soeprapti, S.Sos., menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan selama masa kepengurusannya.

Upaya tersebut mencakup penguatan hubungan kelembagaan, peningkatan komunikasi dengan pemangku kepentingan, serta perjuangan terhadap aspirasi dan kepentingan anggota.

BACA JUGA
Penguatan hubungan dengan pemangku kepentingan juga berkaitan dengan dorongan Yulius Selvanus agar generasi muda BMR mengambil peran dalam pembangunan Sulut.

Namun, Soeprapti mengingatkan bahwa sektor perumahan masih menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan perhatian organisasi.

Persoalan tersebut meliputi ketersediaan lahan, perizinan, tata ruang, pembiayaan, pembangunan infrastruktur, hingga peningkatan kualitas perumahan.

Menurutnya, tantangan tersebut memerlukan organisasi yang solid, profesional, dan mandiri.

APERSI juga perlu terus membangun sinergi dengan pemerintah serta berbagai pihak yang berkaitan dengan pembangunan perumahan.

BACA JUGA
Dalam konteks perhatian terhadap peran pemerintah daerah, penghargaan pendidikan Sulawesi Utara 2026 menjadi informasi lain tentang capaian Pemprov Sulut, disertai insentif fiskal Rp2 miliar.

Soeprapti berharap Musda VI menghasilkan kepemimpinan yang amanah dan berintegritas serta mampu merangkul seluruh anggota.

Kepengurusan berikutnya juga diharapkan memiliki komitmen memperjuangkan kepentingan organisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada anggota.

Deddy Indrasetiawan Dorong APERSI Perkuat Penyediaan Rumah Terjangkau

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat APERSI, Deddy Indrasetiawan, menegaskan pentingnya peran organisasi pengembang dalam mendukung penyediaan hunian bagi masyarakat.

Menurutnya, tema Musda VI mencerminkan komitmen APERSI untuk terus berkontribusi dalam pembangunan perumahan yang layak, terjangkau, berkualitas, dan berkelanjutan.

Perhatian tersebut terutama diarahkan pada kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

BACA JUGA
Selain kebutuhan hunian MBR, perhatian pemerintahan di Sulawesi Utara juga terlihat dalam pembahasan Kekerasan perempuan dan anak di Sulut.

Deddy juga berharap seluruh rangkaian musyawarah berlangsung secara demokratis, tertib, transparan, dan bermartabat.

Proses organisasi diharapkan tetap berpedoman pada anggaran dasar serta ketentuan yang berlaku di lingkungan APERSI.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kepemimpinan baru yang mampu menyatukan seluruh anggota dan membangun kepengurusan yang kuat.

Organisasi juga diharapkan semakin mandiri, profesional, serta memiliki daya saing dalam menghadapi perkembangan sektor perumahan.

“Bersama kita kuat, bersatu kita maju. APERSI solid, profesional, dan berdaya saing,” menjadi pesan yang disampaikan Deddy dalam sambutannya.

Pemprov Sulut Dukung Penguatan Kerja Sama dengan Pengembang Perumahan

Dukungan pemerintah daerah terhadap sektor perumahan turut menjadi perhatian dalam Musda VI APERSI Sulut.

Melalui sambutan Gubernur Sulawesi Utara yang dibacakan Plt Kepala Dinas Perkimtan, Reinhard Wariki, Pemerintah Provinsi Sulut menyampaikan apresiasi atas kontribusi APERSI.

Pemerintah menilai APERSI memiliki peran dalam membantu penyediaan rumah siap huni bagi masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan daerah.

Dalam sambutan tersebut, sektor perumahan dipandang tidak sekadar menyediakan bangunan sebagai tempat tinggal.

Hunian yang layak juga memiliki peran dalam menjaga harkat dan martabat keluarga.

Selain itu, aktivitas pembangunan perumahan dinilai turut berkontribusi terhadap perekonomian daerah melalui keterlibatan berbagai sektor usaha.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan dukungan terhadap program APERSI serta mendorong penguatan kemitraan dengan para pengembang.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan kawasan perumahan yang memiliki kualitas bangunan baik, infrastruktur memadai, serta memperhatikan keberlanjutan lingkungan permukiman.

APERSI Sulut Diharapkan Rumuskan Program Perumahan Berkelanjutan

Musda VI DPD APERSI Sulut tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan organisasi.

Pertemuan tersebut juga diharapkan menghasilkan program kerja yang mampu menjawab tantangan penyediaan perumahan rakyat selama periode 2026–2031.

Ketersediaan lahan, pembiayaan, perizinan, tata ruang, dan infrastruktur menjadi sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam perumusan program organisasi.

Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau tetap menjadi bagian penting dari arah pengembangan sektor perumahan.

Melalui Musda VI, APERSI Sulut diharapkan semakin memperkuat kemitraan dengan pemerintah dan pemangku kepentingan.

Sinergi tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan perumahan rakyat yang berkualitas, terjangkau, dan berkelanjutan di Sulawesi Utara.