- Sekitar pukul 07.30: Saksi Endi berada di rumahnya dan melihat api yang sudah membesar di kantor pertanian. Setelah menyaksikan kebakaran tersebut, Endi segera memberitahu masyarakat sekitar dan bersama-sama mereka bergegas menuju lokasi kebakaran untuk mencoba memadamkan api.
- Sekitar pukul 07.30 WITA: Saksi Rijal Rauf mendapatkan informasi dari istri Saksi Junarti tentang kebakaran yang terjadi di kantor pertanian. Kebakaran tersebut tidak berjarak jauh dari sekolah tempat Junarti mengajar. Setelah menerima informasi, Rijal Rauf langsung menuju lokasi kebakaran. Di tempat kejadian, dia melihat bahwa api telah membesar. Rijal Rauf bergabung dengan masyarakat lainnya dan menggunakan perlengkapan yang ada untuk bersama-sama memadamkan api.
- Pukul 08.45: Pemadam kebakaran milik Pemda Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) tiba di lokasi kebakaran dan berhasil memadamkan api.
Waktu.news | Di pagi yang cerah pada Kamis (27/07/2023), ketegangan melanda Desa Tombulang, Kecamatan Pinogaluman, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, ketika si jago merah kembali mengamuk dengan ganasnya. Amukannya mengakibatkan Balai Benih Milik Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Bolmut mengalami nasib tragis, luluh lantak menjadi bara hancur. Tidak hanya itu, sebagian bangunan di sekitarnya juga tidak luput dari amukan mautnya.
Kabar mencekam ini pun ditegaskan oleh Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Kabupaten Bolmut, Siska Nurcahyani Babay, yang memastikan kebenaran kejadian ini. Menurutnya, kebakaran misterius ini diduga disebabkan oleh ledakan Bom Tikus yang tiba-tiba meledak di dalam kantor tersebut.
Namun, keberadaan Bom Tikus dan alasan meledaknya menjadi teka-teki tersendiri. Siska Nurcahyani Babay, yang memiliki gelar S.Pt dan M.Si, menyelipkan fakta menarik, bahwa bom tikus misterius ini dapat meledak karena uap panas dari sampah yang terbakar di depan Kantor Balai Benih. Sungguh aneh, tidak ada yang menyangka bahwa sesuatu sekecil itu dapat menyebabkan kehancuran sebesar ini.
Hingga berita ini diturunkan, warga setempat bersatu padu dalam upaya pemadaman. Mereka bekerja sama dengan cara manual menggunakan ember dan mesin alcon untuk menaklukkan amukan api yang menakutkan. Semangat gotong royong mereka sungguh menginspirasi, meskipun tantangan besar menghadang.
Berikut adalah kronologis kejadian berdasarkan kesaksian dari para saksi: