GORONTALOKemiskinan Gorontalo pada Maret 2026 turun menjadi 12,16 persen berdasarkan data Badan Pusat Statistik.

Angka tersebut berkurang 1,08 poin persentase dibandingkan kondisi Maret 2025.

Jika dibandingkan September 2025, tingkat kemiskinan juga turun sebesar 0,46 poin persentase.

Iklan

Artikel Terkait
Penurunan dibanding September 2025 ini melanjutkan tren yang dibahas dalam artikel Kemiskinan Gorontalo 2025, termasuk berkurangnya jumlah penduduk miskin pada 2025.

Sementara itu, jumlah penduduk miskin pada Maret 2026 tercatat sebanyak 150,60 ribu orang.

Jumlah tersebut berkurang sekitar 5,16 ribu orang dibandingkan September 2025.

Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Gorontalo Trizal Entengo menyampaikan perkembangan tersebut, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Artikel Terkait
Selain indikator ekonomi, perkembangan daerah juga dapat dilihat melalui data SD Bolaang Mongondow Utara 2025/2026 yang merangkum kondisi pendidikan setempat.

Menurutnya, data BPS memperlihatkan tren penurunan kemiskinan yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.

Selain penurunan kemiskinan, ekonomi Gorontalo juga menunjukkan pertumbuhan kuat pada triwulan II 2026.

Pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 6,20 persen.

Angka tersebut, berdasarkan informasi yang disampaikan Pemprov Gorontalo, menjadi yang tertinggi di Pulau Sulawesi.

Artikel Terkait
Perbandingan data antardaerah di Sulawesi dapat dilanjutkan dengan jumlah akte nikah Sulawesi Utara 2025 yang mencapai 950.058 dokumen, dengan Kota Manado tertinggi.

Sektor pertambangan dan penggalian mencatat pertumbuhan sebesar 59,96 persen.

Sementara itu, sektor pertanian tercatat sebesar 33,4 persen dan menjadi salah satu sektor utama perekonomian daerah.

Kemiskinan Gorontalo Terus Menurun Sejak 2022

Tren kemiskinan Gorontalo menunjukkan perbaikan sejak September 2022.

Pada periode tersebut, persentase penduduk miskin masih berada pada level 15,51 persen.

Selanjutnya, angka kemiskinan bergerak turun hingga mencapai 13,87 persen pada September 2024.

Penurunan kemudian berlanjut sampai menyentuh 12,16 persen pada Maret 2026.

Perubahan tersebut menunjukkan penurunan sebesar 3,35 poin persentase dibandingkan September 2022.

Dengan demikian, tren beberapa tahun terakhir memperlihatkan arah perbaikan pada indikator kemiskinan.

Trizal menilai perkembangan tersebut menunjukkan program pemerintah berjalan pada jalur yang tepat.

Menurutnya, pemerintah provinsi dan kabupaten atau kota ikut mengambil peran dalam pencapaian tersebut.

Selain pemerintah, berbagai pemangku kepentingan turut mendukung program peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kolaborasi tersebut perlu terus berjalan agar penurunan kemiskinan tidak berhenti pada satu periode.

Meski demikian, jumlah 150,60 ribu penduduk miskin masih membutuhkan perhatian pemerintah.

Karena itu, kebijakan pengentasan kemiskinan perlu semakin menyasar kelompok masyarakat yang paling rentan.

Program sosial juga harus berjalan bersama perluasan kesempatan kerja dan penguatan pendapatan keluarga.

Pendekatan tersebut dapat menjaga penurunan kemiskinan Gorontalo berlangsung secara berkelanjutan.

Pemerintah juga perlu memastikan pertumbuhan ekonomi menjangkau masyarakat perdesaan.

Selain itu, peningkatan aktivitas ekonomi harus memberi manfaat kepada pekerja, petani, dan pelaku usaha kecil.

Dengan cara tersebut, pertumbuhan ekonomi dapat membantu mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ekonomi Gorontalo Tumbuh 6,20 Persen

Perkembangan positif juga terlihat pada perekonomian Gorontalo selama triwulan II 2026.

Data yang disampaikan menunjukkan ekonomi daerah tumbuh sebesar 6,20 persen.

Capaian tersebut menjadi perhatian karena berada pada tingkat tinggi dibandingkan daerah lain di Sulawesi.

Pertumbuhan ekonomi dapat memberikan dukungan penting bagi upaya menekan kemiskinan Gorontalo.

Namun, pertumbuhan yang tinggi harus menghasilkan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Tanpa pemerataan, kenaikan aktivitas ekonomi belum tentu memberikan dampak sama kepada seluruh kelompok.

Karena itu, pemerintah perlu menjaga kualitas pertumbuhan bersama peningkatan angka pertumbuhan.

Sektor pertambangan dan penggalian mencatat pertumbuhan paling menonjol sebesar 59,96 persen.

Kinerja tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas yang sangat kuat pada sektor itu.

Sementara itu, pertanian tetap memegang posisi penting dalam struktur ekonomi Gorontalo.

Data yang disampaikan mencatat sektor pertanian sebesar 33,4 persen.

Pertanian memiliki hubungan langsung dengan pendapatan masyarakat pada berbagai wilayah perdesaan.

Karena itu, peningkatan produktivitas sektor ini dapat membantu memperkuat ekonomi rumah tangga.

Petani membutuhkan dukungan benih, pupuk, teknologi, irigasi, dan akses pasar yang memadai.

Selain itu, hilirisasi hasil pertanian dapat meningkatkan nilai tambah sebelum produk memasuki pasar.

Pertumbuhan Ekonomi Harus Menjangkau Masyarakat

Turunnya kemiskinan Gorontalo dan tingginya pertumbuhan ekonomi memberikan dua indikator positif bagi pemerintah daerah.

Namun, tantangan berikutnya ialah mempertahankan kedua tren tersebut secara bersamaan.

Pertumbuhan ekonomi perlu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat usia produktif.

Selain itu, pemerintah harus menjaga harga kebutuhan pokok agar daya beli tidak tergerus.

Kelompok masyarakat yang berada sedikit di atas garis kemiskinan juga membutuhkan perhatian.

Guncangan harga atau kehilangan pekerjaan dapat mendorong kelompok tersebut kembali masuk kategori miskin.

Karena itu, perlindungan sosial harus berjalan bersama program pemberdayaan ekonomi.

Pemerintah juga perlu memperkuat UMKM sebagai sumber pekerjaan dan pendapatan masyarakat.

Sektor pertanian dapat menjadi salah satu fondasi utama dalam strategi tersebut.

Sementara itu, pertambangan perlu memberikan nilai tambah serta manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Pengembangan investasi juga harus mendorong penciptaan pekerjaan dan aktivitas usaha lokal.

Dengan demikian, pertumbuhan tidak hanya muncul pada angka statistik.

Masyarakat harus merasakannya melalui pendapatan, pekerjaan, serta akses pelayanan yang semakin baik.

Data BPS menjadi dasar penting untuk mengukur efektivitas program pembangunan.

Selain melihat persentase kemiskinan Gorontalo, pemerintah perlu memantau jumlah penduduk miskin secara konsisten.

Evaluasi berkala akan membantu menentukan program yang efektif dan kebutuhan yang masih tertinggal.

Pada akhirnya, penurunan kemiskinan harus berjalan bersama peningkatan kualitas hidup masyarakat Gorontalo.