Travel

Tracking Mangrove In Love: Keindahan dan Pelestariannya

Waktu.news | Setiap orang pasti memiliki hobi dan kesukaannya masing-masing, ada yang suka mendaki, berenang dan lain-lain. Dalam rangka berlibur, cobalah untuk melakukan sesuatu yang berbeda dari biasanya. Seperti mengunjungi Tracking Mangrove In Love yang terletak di daerah Gorontalo Utara.

Pesona Mangrove In Love di Gorontalo Utara

Ada berbagai macam cara kreatif yang bisa dilakukan guna melestarikan lingkungan. Salah satunya seperti upaya dalam pelestarian mangrove. Di Kabupaten Gorontalo Utara, masyarakat di sana mengemas pelestarian tersebut dengan cara yang begitu apik dan menarik. Tempat itu menjadi daya tarik wisatawan.

Dengan tujuan melestarikan lingkungan, masyarakat Gorontalo Utara membuat Tracking Mangrove In Love. Jadi, tempat tersebut di design secara apik dan menarik seperti Love. Bahkan kini tracking tersebut menjadi salah satu kunjungan paling wisatawan sukai, mereka banyak yang berfoto di sana.

Tracking Mangrove In Love ini berlokasikan di Desa Langge, kecamatan Anggrek. Di sana tidak hanya menawarkan objek wisata mangrove tersebut saja, akan tetapi ada wisata lain bernama Kepiting Bakau yang juga selalu menjadi salah satu destinasi utama para wisatawan menikmati waktu liburan.

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, adanya hutan mangrove mempunyai dua fungsi baik untuk lingkungan. Pertama, sebagai salah satu pembatas di antara laut serta kawasan di pemukiman. Lalu yang kedua, menjadi ladang mata pencaharian. Sama halnya seperti di Mangrove In Love ini.

Berita Terkait: Tracking Mangrove Binuanga Jadi Incaran Fotografer Alam & Human Interest

Tracking Ma/ngrove In Love

Kejadian Tahun 2016 Di Wisata Mangrove

Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, bahwa dengan adanya hutan mangrove ini memiliki 2 fungsi baik untuk lingkungan. Akan tetapi, hal tersebut tidak selamanya membawa hal baik pula. Itu karena selain mendatangkan manfaat positif, mengelola mangrove juga akan berakibat bencana.

Salah satunya yang terjadi di Mangrove In Love Gorontalo Utara, di tahun 2016 banyak masyarakat yang menebang batang pohon dari mangrove ini untuk mereka jadikan sebagai bahan bakar di dapur. Tentu saja, hal tersebut mendatangkan bencana. Perambahan ini mengakibatkan hutan menjadi gundul.

Kabar Berita Akibat Perambahan Hutan

Sejak kejadian penggundulan hutan mangrove di tahun 2016 di Mangrove In Love, kepala desa di Langge mengatakan bahwa masyarakat yang ada di sana sebenarnya belum mengetahui apa keuntungan dan juga manfaat dari bakau itu sendiri. Jadilah mereka menebang pohon seenaknya.

Namun, beruntung bahwa Desa Langge ini masuk sebagai salah satunya desa yang mengikuti program CCDP-IFAD. Dengan begitu, melalui berbagai macam penyuluhan dan pelatihan. Maka masyarakat di sana perlahan mulai mengetahui betapa pentingnya menjaga ekosistem hutan bakau.

Dibuatnya Kawasan Wisata Mangrove In Love

Seperti yang telah Anda ketahui sebelumnya, bahwa Desa Langge ini masuk ke dalam salah satu program bernama CCDP-IFAD. Dari situlah pengetahuan akan pentingnya hutan bakau menjadi terbuka, sehingga masyarakat mengubah hutan terlantar tersebut menjadi kawasan wisata menarik.

Tepatnya di tahun 2016, terbukalah kawasan wisata bernamakan Mangrove In Love atau biasa orang lain kenal dengan sebutan Cinta Mangrove. Panjang dari tracking tersebut kurang lebih sekitar 310 meter yang ada di dalam hutan. Kini objek mangrove di Gorontalo Utara ini menjadi daya tarik pengunjung.

Dengan kehadiran Mangrove In Love sebagai salah satu bentuk budidaya bakau di Desa Langge, kini tracking tersebut menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai daerah. Tidak heran jika saat musim liburan tiba, tempatnya akan begitu ramai pengunjung. Mengingat bentuk tracking yang cukup unik.

Hanya dengan membayar tiket sekitar Rp 10.000 tiap orang, Anda bisa menikmati keindahan dan keindahan pemandangan hutan bakau di Mangrove In Love. Bahkan sangat cocok sebagai spot foto yang instagramable. Rata-rata pengunjung yang datang saat akhir pekan, mencapai 100 orang lebih.

Kesejahteraan Desa Langge

Adanya kawasan wisata Mangrove In Love di Desa Langge, hal tersebut berimbas kepada kehidupan masyarakat yang ada di sana. Tidak hanya dari sisi pentingnya menjaga lingkungan sekitar, akan tetapi dari sisi kesejahteraan yang mereka alami saat ini. Mengingat hutan bakau tidak pernah sepi.

Menurut informasi terpercaya, setelah terkenalnya kawasan wisata tracking mangrove in love. Masyarakat di Desa Langge tidak lagi berani menebang pohon bakau tersebut. Bahkan sampai sekarang ini mereka mengupayakan untuk selalu membudidayakan kepiting bakau, guna memberi manfaat untuk desa.

Baca Juga: Wisata Seru Tracking Mangrove Trans Pato’a

Tracking Ma/ngrove In Love

Jarak Tempuh ke Mangrove In Love Di Gorontalo Utara

Sebagai salah satu kawasan wisata yang berbeda dari lainnya, tracking mangrove in love memiliki keunikannya tersendiri. Itulah mengapa banyak pengunjung yang mengutamakan untuk berkunjung ke sana. Mengingat tracking di sana mempunyai bentuk seperti cinta atau love, jadi sangat menarik.

Bahkan banyak pengunjung yang berfoto di sana. Untuk dapat mengunjungi Mangrove In Love, Anda membutuhkan waktu sekitar satu sampai dengan dua jam jika dari kota Gorontalo. Tidak terlalu dekat namun juga tidak jauh, setelah sampai di lokasi. Dijamin terpukau karena tempatnya sangat menarik.

Artikel Terkait: Mangrove Eco Resort: Informasi Penginapan dan Ulasan Lainnya

Keunikan Wisata Terdekat Dengan Mangrove In Love

Dengan design berbentuk love / cinta, Mangrove In Love menjadi salah satu tempat wisata paling banyak dikunjungi setelah peresmiannya tahun 2016 lalu. Tidak hanya itu saja, daerah di Desa Langge ini juga menawarkan beberapa wisata unik dan menarik lainnya. Seperti kepiting bakau.

Kurang lebih ada sekitar delapan penangkaran dan tiap penangkarannya bisa mencapai jumlah 250 ekor, tentu saja hal ini menjadi keunikan tersendiri dari kawasan wisata kepiting bakau tersebut. Sedangkan di kabupaten lain di Gorontalo Utara, ada objek wisata bernama Saronde, Pantai Diyonumo.

Makanan Khas Di Desa Langge

Selain terkenal dengan destinasi wisata bernama tracking mangrove in love, Anda akan menemukan makanan khas dari Desa Langge yang sangat lezat. Kabarnya, sebelum makanan tersebut dijual, masyarakat di sana akan menyediakan makanannya ke awak media yang datang.

Makanan yang mereka sediakan ada berbagai macam, antara lain seperti woku kakap merah serta goropa, bala rica kakap merah, garo rica kepiting bakau dan juga santan kari kepiting bakau. Semua hidangan lezat tersebut memiliki racikan yang sangat khas dari seorang penjual terkenal yaitu Bu Mimin dan Nurcahya.

Pesona Hutan Bakau Mangrove In Love

Seperti yang sudah Anda ketahui sebelumnya, bahwa di Desa Langge memiliki potensi berupa kawasan hutan bakau. Awalnya hutan tersebut selalu gundul, akibat dari masyarakat yang selalu menebangnya karena mementingkan kepentingan priibadi.

Namun, seiring dengan bertambahnya pengetahuan masyarakat terhadap kepentingan hutan bakau. Mereka menjadikan hutan tersebut menjadi kawasan wisata terkenal hingga sekarang, yaitu Mangrove In Love. Kawasan ini memiliki luas sekitar 10 hektare dan selalu ada pengunjung.

Demikian ulasan secara detail dari tracking mangrove in love. Beserta dengan pembahasan mengenai pesona hutan bakau dan juga informasi lengkapnya. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui beberapa hal penting tentang kawasan tersebut sebelum mengunjunginya.

Refli Puasa

Blogger, Web Design, IT Consultant, Copywriter dan Cyber Journalisme dari Bolaang Mongondow Bagian Utara, Sulawesi. Aktif di dunia blogging sejak 2003 dan bergerak lebih jauh di dunia pengembangan web media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button