Pelaksana kegiatan, Faisal Djenaan menuturkan, ikan yang dipertandingkan bebas, asalkan bukan jenis ikan yang dilindungi, dengan minimal berat yang dihitung adalah 500 gram (0,5 Kg).
Kategori penilaian yakni dengan berat total ikan hasil tangkapan serta yang paling terberat pada satu ekor ikan dalam kategori Jackpot serta Species,” jelasnya.
Artikel Terkait; Wisata Pantai Batu Pinagut Menyimpan Bukti Peninggalan Sejarah
Untuk ikan tangkapan lanjut Faisal, yang paling terberat pada satu ekor ikan wajib dibuktikan dengan video bergerak awal Stike maksimal 1 menit di awal strike dan 3 menit di akhir lendet ikan minimal 3 meter dari permukaan hingga ikan naik ke atas perahu dengan tambahan kata “Pinagut Fun Fising Mantaaaaaap”,” bebernya.
Selain itu, dirinya juga berharap agar pemerintah daerah lebih membuka mata dan ruang terhadap kelestarian terumbuh karang yang sudah hancur akibat ulah dari orang-orang yang hanya mengambil keuantungan sekejap.
“Kami para penghobi mancing dan nelayan sangat berharap perhatian dari pemerintah daerah. Sangat disayangkan potensi wisata bahari yang begitu kaya akan keberagaman biota laut dibiarkan begitu saja,” harapnya.(rhp)
Pelaksana kegiatan, Faisal Djenaan menuturkan, ikan yang dipertandingkan bebas, asalkan bukan jenis ikan yang dilindungi, dengan minimal berat yang dihitung adalah 500 gram (0,5 Kg).
Kategori penilaian yakni dengan berat total ikan hasil tangkapan serta yang paling terberat pada satu ekor ikan dalam kategori Jackpot serta Species,” jelasnya.
Artikel Terkait; Wisata Pantai Batu Pinagut Menyimpan Bukti Peninggalan Sejarah
Untuk ikan tangkapan lanjut Faisal, yang paling terberat pada satu ekor ikan wajib dibuktikan dengan video bergerak awal Stike maksimal 1 menit di awal strike dan 3 menit di akhir lendet ikan minimal 3 meter dari permukaan hingga ikan naik ke atas perahu dengan tambahan kata “Pinagut Fun Fising Mantaaaaaap”,” bebernya.
Selain itu, dirinya juga berharap agar pemerintah daerah lebih membuka mata dan ruang terhadap kelestarian terumbuh karang yang sudah hancur akibat ulah dari orang-orang yang hanya mengambil keuantungan sekejap.
“Kami para penghobi mancing dan nelayan sangat berharap perhatian dari pemerintah daerah. Sangat disayangkan potensi wisata bahari yang begitu kaya akan keberagaman biota laut dibiarkan begitu saja,” harapnya.(rhp)
Dukung Jurnalisme Waktu.News
Dukungan pembaca membantu Waktu.News terus menghadirkan kerja jurnalistik untuk masyarakat.
Dukungan dari artikel ini tercatat sebagai apresiasi terhadap karya jurnalistik Mahdiyah Sanggilalung.
Dukungan tidak memengaruhi independensi, isi, sudut pandang, maupun keputusan editorial Waktu.News.